Pendahuluan
Banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui
internet secara identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan
individu mengubah sama sekali identitas nyatanya ke sebuah identitas lain yang
sifatnya virtual dan karakteristik seseorang indvidu.
Saat ini banyak sekali jejaring sosial yang bermuculan,
seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dan lain-lain. Banyak orang
yang mengunakan identitas palsu atau bisa disebut anonim untuk
mendaftrakan diri / menjadi penguna aktif dari salah satu jaringan sosial.
Antaralain faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas palsu
adalah untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri.
Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh
orang lain siapa dia sebenarnya.
PEMBAHASAN
2.1. Aspek Psikologi dari Individu Pengguna Internet
Salah satu contoh adalah kasus yang di buat oleh sebuah akun
Twitter dengan nama akun @T********** 2000, dimana dia banyak mentweet tentang
seorang politikus dan merusak nama baik orang yang bersangkutan, karena masalah
ini orang yang memiliki akun dapat diancam dengan pasal 310 ayat (1). Namun
dengan identitas palsu yang dia gunakan untuk membuat akun tersebut, polisi
susah mencari keberadaannya saat itu.
Karakteristik seseorang akan telihat berbeda, ketika dia
berada didunia nyata dengan saat dia berada di jejaring sosial. Saat didunia
nyata mungkin dilihat karakternya sangat pendiam dan tidak mudah bergaul atau
tidak asik untuk diajak berbicara, namun lain halnya saat didunia maya.
Karakter dia menjadi anak yang mudah bergaul dan asik untuk diajak bebicara.
2.2. Aspek Demografis dari Individu Pengguna Internet
Aspek demografis adalah aspek yang harus mempertimbangkan
gender, usia, budaya dan SES ( Social – Economic – Status ) dalam
interaksi individu dan internet.
Diseluruh di dunia, terutama di Indonesia, usia muda adalah
usia yang banyak menggunkana internet dan banyak menghabiskan waktu didunia
maya dan bersosialisaisi dijejaring sosial seperti facebook, twitter ataupun
jaringan sosial yang lain. Pemasar yang ingin memasarkan barang produksi untuk
kaula muda dapat memanfaatkan social media sebagai sarana promosi yang
sangat ampuh. Contohnnya situs http://www.tokobagus.com/
yang dimana pemasar dapat mempromosikan barang produksinya disitu tersebut.
3.1 Kesimpulan
Aspek Psikologi dari Individu Pengguna Internet
Banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui
internet secara identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan
individu mengubah sama sekali identitas nyatanya ke sebuah identitas lain yang
sifatnya virtual dan karakteristik seseorang indvidu.
Saat ini banyak sekali jejaring sosial yang bermuculan,
seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dan lain-lain. Banyak orang
yang mengunakan identitas palsu atau bisa disebut anonim untuk
mendaftrakan diri / menjadi penguna aktif dari salah satu jaringan sosial.
Antaralain faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas palsu adalah
untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri. Dimana
seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh orang
lain siapa dia sebenarnya.
Aspek Demografis dari Individu Pengguna Internet
Aspek demografis adalah aspek yang harus mempertimbangkan
gender, usia, budaya dan SES ( Social – Economic – Status ) dalam
interaksi individu dan internet.
Diseluruh di dunia, terutama di Indonesia, usia muda adalah
usia yang banyak menggunkana internet dan banyak menghabiskan waktu didunia
maya dan bersosialisaisi dijejaring sosial seperti facebook, twitter ataupun
jaringan sosial yang lain. Pemasar yang ingin memasarkan barang produksi untuk
kaula muda dapat memanfaatkan social media sebagai sarana promosi yang
sangat ampuh. Contohnnya situs http://www.tokobagus.com/
yang dimana pemasar dapat mempromosikan barang produksinya disitu tersebut
Jadi perkembangan internet pun akan berdampak positif
maupuun negatif, tergantung dengan individu itu sendiri yang mengunakan atau
berinteraksi dengan internet.
Refrensi :