Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking ("antarjaringan").
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Sarana koneksi ke internet
Cara-cara terhubung ke Internet
antara lain adalah:
- Melalui telepon kabel, bisa mengakses Internet secara dial-up, sewa jaringan (leased line), atau menggunakan layanan transmisi digital menggunakan modem DSL (Digital Subscriber Line).
- Melalui telepon nirkabel, baik yang berteknologi GSM (Global System for Mobile Communications) maupun berteknologi CDMA (Code Division Multiple Access).
- Melalui televisi kabel atau televisi berlangganan.
- Melalui gelombang mikro.
- Melalui layanan wireless access point.
a. Melalui Telepon Kabel
Telepon kabel atau yang biasa disebut jaringan telepon publik (public telephone service network) dapat digunakan untuk mengakses layanan Internet, selain sebagai sarana komunikasi suara dan faksimili. Diperlukan perangkat yang disebut modem untuk menghubungkan jalur telepon kabel ke komputer. Pada akses dial up pengguna perlu menghubungi dahulu (dengan menggunakan komputer) nomor akses khusus yang disediakan untuk layanan Internet oleh penyedia jasa layanan. Salah satu penyedia jasa layanan Internet, misalnya, menyediakan nomor telepon 0809 8 9999 sebagai nomor akses untuk layanan Internetnya. Untuk dapat menggunakan layanan ini, selain harus memiliki seperangkat komputer, pengguna juga harus memiliki modem dan berlangganan akses Internet ke penyedia jasa layanan Internet. Jadi selain harus membayar biaya telepon, pengguna juga harus membayar biaya akses Internet. Penyedia jasa layanan Internet yang sekaligus penyedia jasa telekomunikasi bisa menyatukan biaya itu dalam satu tarif terpadu. Layanan Telkomnet Instan dengan akses telepon 0809 8 9999 adalah layanan yang menyatukan tarif akses internet sekaligus tarif jasa telekomunikasi.
Telepon kabel atau yang biasa disebut jaringan telepon publik (public telephone service network) dapat digunakan untuk mengakses layanan Internet, selain sebagai sarana komunikasi suara dan faksimili. Diperlukan perangkat yang disebut modem untuk menghubungkan jalur telepon kabel ke komputer. Pada akses dial up pengguna perlu menghubungi dahulu (dengan menggunakan komputer) nomor akses khusus yang disediakan untuk layanan Internet oleh penyedia jasa layanan. Salah satu penyedia jasa layanan Internet, misalnya, menyediakan nomor telepon 0809 8 9999 sebagai nomor akses untuk layanan Internetnya. Untuk dapat menggunakan layanan ini, selain harus memiliki seperangkat komputer, pengguna juga harus memiliki modem dan berlangganan akses Internet ke penyedia jasa layanan Internet. Jadi selain harus membayar biaya telepon, pengguna juga harus membayar biaya akses Internet. Penyedia jasa layanan Internet yang sekaligus penyedia jasa telekomunikasi bisa menyatukan biaya itu dalam satu tarif terpadu. Layanan Telkomnet Instan dengan akses telepon 0809 8 9999 adalah layanan yang menyatukan tarif akses internet sekaligus tarif jasa telekomunikasi.
Tarif akses Internet dengan cara
dial up melalui telepon kabel biasanya dihitung berdasarkan lamanya digunakan
atau lamanya pengguna terhubung ke penyedia jasa layanan Internet, meskipun
bisa juga berdasarkan pada jumlah data yang diakses. Sama seperti penggunaan
telepon, akses Internet juga dapat menggunakan sistem bayar di depan (prabayar)
maupun sistem bayar di belakang (pasca bayar). Sistem bayar di depan umumnya
menggunakan voucher khusus yang dapat digunakan selama waktu tertentu atau
untuk sejumlah data yang diakses.
Jaringan telepon kabel juga dapat
dimanfaatkan untuk akses Internet dengan menggunakan teknologi DSL (digital
subscriber line). Teknologi ini memungkinkan lalu lintas data terpisah dari
lalu lintas percakapan telepon sehingga saluran yang sama dapat digunakan untuk
mengakses Internet tanpa mengganggu aktivitas bertelepon. Untuk dapat
menggunakan layanan ini, calon pengguna harus memiliki seperangkat komputer,
satu jalur telepon kabel, dan modem khusus yaitu modem DSL. Salah satu penyedia
jasa layanan internet jenis ini di Indonesia adalah Telkomnet dengan layanan
bernama Telkom Speedy, yang menurut promosinya mampu melayani akses Internet
sampai 256 kbps (kilobit per detik). Secara teknis, sebenarnya makin jauh
pelanggan dari sentral telepon, makin rendah kecepatan aksesnya. Kecepatan
akses juga turun apabila jaringan telepon sibuk melayani percakapan.
Jenis layanan lain yang menggunakan
telepon kabel sebagai media lalu lintas data adalah layanan yang disebut leased
line. Pada prinsipnya, pada jenis layanan ini pengguna menyewa jalur telepon
yang secara khusus digunakan untuk mengakses Internet. Penyewa menggunakan
saluran yang disewanya ini untuk berhubungan dengan penyedia jasa layanan
Internet, dan selanjutnya mengakses Internet. Selain mengakses Internet,
pelanggan juga dapat menggunakan saluran yang disewanya ini sebagai media untuk
menghubungkan server miliknya ke jaringan Internet. Sewa jaringan ini tentu
saja relatif mahal karena terhubung terus-menerus selama 24 jam sehari, 7 hari
seminggu.
b. Melalui Telepon Nirkabel
Selain melalui telepon kabel, akses Internet juga dimungkinkan menggunakan telepon nirkabel. Saat ini ada dua jenis teknologi telepon nirkabel (disebut ponsel atau handphone) yang dapat melayani akses Internet, yakni GSM (global system for mobile communications) dan CDMA (code division multiple access). Internet dapat diakses secara langsung menggunakan perangkat telepon tersebut asalkan perangkat yang digunakan memenuhi syarat untuk akse Internet. Cara lain adalah dengan memanfaatkan modem yang biasanya terdapat di dalam handphone tersebut, dan menggunakannya sebagai sarana akses Internet.
Selain melalui telepon kabel, akses Internet juga dimungkinkan menggunakan telepon nirkabel. Saat ini ada dua jenis teknologi telepon nirkabel (disebut ponsel atau handphone) yang dapat melayani akses Internet, yakni GSM (global system for mobile communications) dan CDMA (code division multiple access). Internet dapat diakses secara langsung menggunakan perangkat telepon tersebut asalkan perangkat yang digunakan memenuhi syarat untuk akse Internet. Cara lain adalah dengan memanfaatkan modem yang biasanya terdapat di dalam handphone tersebut, dan menggunakannya sebagai sarana akses Internet.
Penyelenggara jasa layanan
telekomunikasi untuk ponsel berteknologi CDMA yang melayani akses Internet
antara lain adalah Telkom (dengan layanan Telkom Flexy), Mobile-8 (Fren),
Indosat (Starone), dan Esia (Wifone). Ketiga penyelenggara layanan tersebut
menyediakan akses dial up dengan tarif berbasis waktu maupun berbasis volume,
yang ditagihkan langsung ke dalam tagihan telepon, atau dikurangkan langsung
dari nilai vucer yang dimiliki pengguna. Untuk dapat menggunakan layanan Internet
melalui ponsel CDMA, pengguna harus memiliki ponsel yang dilengkapi dengan
modem dan kartu SIM (subscriber identification module) yang menyediakan layanan
tersebut. Pada umumnya penyedia jasa layanan telekomunikasi nirkabel
berteknologi CDMA ini menggunakan EVDO (Evolution Data Optimized) sebagai
sebagai standar akses datanya.
Beberapa penyedia jasa layanan
telekomunikasi untuk ponsel berteknologi GSM yang juga menyediakan layanan
akses Internet melalui ponsel, antara lain Indosat (Matrix, Mentari), Telkomsel,
dan ProXL (layanan Xplore). Akses Internet pada ponsel GSM dapat dilayani
dengan menggunakan standar akses data GPRS (generalized packet radio service)
ataupun HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). Standar akses data HSDPA
saat ini mampu melayani akses data sampai 1,8 Mbps.
c. Melalui Televisi Kabel
Penyedia layanan televisi kabel dapat pula melayani akses Internet dengan memanfaatkan saluran televisi yang dimilikinya. Untuk dapat menggunakan layanan ini, selain harus berlangganan televisi kabel yang juga melayani akses internet tersebut, diperlukan modem khusus yang disebut cable modem. Kecepatan akses data untuk layanan ini mencapai 3 Mbps. Di Indonesia, jenis layanan ini tidak populer karena jumlah pelanggan televisi kabel tidak cukup banyak. Di Indonesia, Kabelvision adalah salah satu layanan Internet melalui saluran televisi kabel yang disediakan oleh LinkNet.
Penyedia layanan televisi kabel dapat pula melayani akses Internet dengan memanfaatkan saluran televisi yang dimilikinya. Untuk dapat menggunakan layanan ini, selain harus berlangganan televisi kabel yang juga melayani akses internet tersebut, diperlukan modem khusus yang disebut cable modem. Kecepatan akses data untuk layanan ini mencapai 3 Mbps. Di Indonesia, jenis layanan ini tidak populer karena jumlah pelanggan televisi kabel tidak cukup banyak. Di Indonesia, Kabelvision adalah salah satu layanan Internet melalui saluran televisi kabel yang disediakan oleh LinkNet.
d. Melalui Gelombang Mikro
Layanan akses Internet melalui gelombang mikro pada umumnya digunakan oleh warnet untuk berhubungan dengan penyedia jasa layanan Internet meskipun dapat juga digunakan oleh pelanggan rumahan. Cara ini jauh lebih menguntungkan karena akses gelombang mikro pada frekuensi 2,4 Gigahertz masih bebas biaya, dibanding harus menyewa jaringan leased line.
Layanan akses Internet melalui gelombang mikro pada umumnya digunakan oleh warnet untuk berhubungan dengan penyedia jasa layanan Internet meskipun dapat juga digunakan oleh pelanggan rumahan. Cara ini jauh lebih menguntungkan karena akses gelombang mikro pada frekuensi 2,4 Gigahertz masih bebas biaya, dibanding harus menyewa jaringan leased line.
Untuk dapat mengakses Internet
dengan cara ini, pelanggan perlu memiliki perangkat modem khusus untuk wireless
access yang dapat menjangkau perangkat pemancar-penerima yang dimiliki oleh
penyedia jasa layanan Internet. Biaya akses umumnya ditentukan berdasarkan besarnya
kapasitas akses yang dilanggan, umumnya dalam kelipatan 64 kbps (misalnya: 64,
128, 256, 384 kbps, dan seterusnya).
e. Melalui Layanan Wireless Access
Point (Hotspot)
Di tempat-tempat publik di kota besar saat ini umumnya tersedia akses Internet gratis maupun berbayar (dengan menggunakan voucher yang bisa dibeli bebas), melalui apa yang disebut sebagai hotspot. Layanan ini bisa diakses menggunakan komputer atau perangkat lain (misalnya ponsel) yang memiliki fasilitas wifi (wireless fidelity).
Di tempat-tempat publik di kota besar saat ini umumnya tersedia akses Internet gratis maupun berbayar (dengan menggunakan voucher yang bisa dibeli bebas), melalui apa yang disebut sebagai hotspot. Layanan ini bisa diakses menggunakan komputer atau perangkat lain (misalnya ponsel) yang memiliki fasilitas wifi (wireless fidelity).
Jenis jenis hubungan koneksi internet
1. Koneksi Dial Up Di Bab 3 kamu telah sedikit mempelajari
layanan ini. Komputer yang dilengkapi dengan modem analog dapat melakukan dial
up, yaitu menghubungi server milik ISP untuk memperoleh akses internet. Koneksi
dial-up tidak hanya menggunakan jalur telepon rumah (PSTN), tetapi juga bisa
menggunakan telepon genggam berteknologi CDMA.
Pertama-tama, komputer melalui modem melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke ISP. Setelah terhubung, komputer akan memperoleh akses internet dari ISP tersebut. Untuk mengakhiri koneksi internet, dilakukan dengan memutuskan hubungan telepon. Pelanggan akan dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP yang jumlahnya bervariasi tergantung lamanya koneksi.
Pertama-tama, komputer melalui modem melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke ISP. Setelah terhubung, komputer akan memperoleh akses internet dari ISP tersebut. Untuk mengakhiri koneksi internet, dilakukan dengan memutuskan hubungan telepon. Pelanggan akan dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP yang jumlahnya bervariasi tergantung lamanya koneksi.
Modem dial up mengubah sinyal digital
dari komputer menjadi sinyal suara (sinyal analog) yang ditransmisikan melalui
kabel telepon atau sebaliknya. Itu sebabnya, pada saat koneksi internet
berlangsung, kamu tidak bisa menerima atau melakukan panggilan. Modem dial up
umumnya diklasifikasikan berdasarkan jumlah bit data yang dapat dikirim per
detik (bps, bit per second). Dengan adanya pembatasan interferensi sinyal
suara, kecepatan modem dial up maksimum adalah 56 kbps.
Koneksi dengan metode ini paling mudah dilaksanakan, sehingga jangkauannya cukup luas. Kekurangan paling mendasar adalah masalah kecepatan koneksi. Kualitas jaringan telepon yang terpasang sangat berpengaruh pada kualitas koneksi. Hal ini disebabkan karena lebar pita frekuensi yang dipakai rentan terhadap gangguan (noise) yang ditimbulkan dari lingkungan. Meski demikian, masih banyak orang yang mempergunakan layanan dial up karena tidak tersedia layanan hubungan kecepatan tinggi akibat keterbatasan biaya atau karena keadaan geografis yang tidak memungkinkan.
Koneksi dengan metode ini paling mudah dilaksanakan, sehingga jangkauannya cukup luas. Kekurangan paling mendasar adalah masalah kecepatan koneksi. Kualitas jaringan telepon yang terpasang sangat berpengaruh pada kualitas koneksi. Hal ini disebabkan karena lebar pita frekuensi yang dipakai rentan terhadap gangguan (noise) yang ditimbulkan dari lingkungan. Meski demikian, masih banyak orang yang mempergunakan layanan dial up karena tidak tersedia layanan hubungan kecepatan tinggi akibat keterbatasan biaya atau karena keadaan geografis yang tidak memungkinkan.
2.
Koneksi dengan Jaringan Leased Line
Jaringan internet
leased line artinya jaringan yang tersedia untuk mengakses internet selama 24
jam sehari. Hal ini berbeda dengan dial up, di mana akses internet hanya
tersedia pada saat kamu melakukan hubungan ke ISP. Oleh karena itu jaringan
leased line juga sering disebut sebagai jaringan dedicated line, yaitu jaringan
yang dikhususkan untuk koneksi internet. Jaringan leased line dapat menggunakan
jaringan telepon, kabel khusus untuk internet, maupun koneksi wireless. Untuk
jaringan yang menggunakan kabel, tersedia layanan ISDN dan DSL. Perhatikan
uraian berikut ini! ISDN merupakan komunikasi melalui jaringan telepon yang
dapat memisahkan aplikasi suara (data analog) dengan data nonsuara seperti
teks, gambar, dan video (data digital) pada jaringan yang sama. ISDN dikembangkan
pada jaringan telepon. Modem ISDN tidak mengubah data digital menjadi data
analog atau sebaliknya seperti pada modem dial up (tidak ada proses modulasi
dan demodulasi). Modem ISDN hanya memproses data digital antara komputer dengan
jaringan ISDN. Kecepatan transfer data dengan layanan ini mencapai 128 kbps,
lebih cepat bila dibandingkan dengan kecepatan koneksi dial up.
Cara kerja koneksi jenis ini mirip
dengan ISDN, yaitu dengan menumpangkan sinyal transmisi data frekuensi tinggi
yang membawa data digital di saluran telepon. Pada bagian pelanggan dipasang
pemisah sinyal (splitter) yang memisahkan sinyal frekuensi tinggi agar tidak
mengganggu sinyal pembicaraan dan sinyal fungsi operasional pesawat telepon.
Dengan demikian, kamu tetap bisa melakukan panggilan telepon ketika sedang
berinternet. Sinyal data frekuensi tinggi diproses dalam modem DSL guna
melangsungkan koneksi internet antara pelanggan dengan ISP.
Modem DSL langsung terhubung dengan ISP dari pertama dihidupkan dan menjaga koneksi ini tetap berlangsung. Kebanyakan modem ini mampu membagi koneksi internet dari ISP ke beberapa komputer menggunakan port Lokal Area Network (LAN) atau wireless LAN.
Kecepatan DSL mencapai ratusan kbps hingga beberapa Mbps. Ada dua jenis teknologi DSL, yaitu ASDL (Asymmetric Digital Subscriber Line) dan SSDL (Symmetric Digital Subscriber Line). Selain itu tersedia juga layanan DSL yang lebih cepat dibandingkan DSL standar, yaitu HDSL (High data-rate DSL) dan VDSL (Very high data-rate DSL).
Modem DSL langsung terhubung dengan ISP dari pertama dihidupkan dan menjaga koneksi ini tetap berlangsung. Kebanyakan modem ini mampu membagi koneksi internet dari ISP ke beberapa komputer menggunakan port Lokal Area Network (LAN) atau wireless LAN.
Kecepatan DSL mencapai ratusan kbps hingga beberapa Mbps. Ada dua jenis teknologi DSL, yaitu ASDL (Asymmetric Digital Subscriber Line) dan SSDL (Symmetric Digital Subscriber Line). Selain itu tersedia juga layanan DSL yang lebih cepat dibandingkan DSL standar, yaitu HDSL (High data-rate DSL) dan VDSL (Very high data-rate DSL).
3.
Koneksi melalui Jaringan Wireless
Koneksi tanpa kabel (wireless
connection) merupakan inovasi baru untuk koneksi internet 24 jam. Teknologi
wireless mengirimkan data menggunakan gelombang radio dalam spektrum gelombang
elektromagnetik. Wireless merupakan solusi bagi para pengguna internet yang
mengalami kesulitan mengakses internet dengan menggunakan kabel seperti serat
optik, saluran telepon, atau jaringan kabel lainnya. Diprediksikan jaringan
wireless akan menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan dalam memenuhi kebutuhannya
di masa yang akan datang. Selain untuk sambungan langsung ke internet, jaringan
wireless ini dapat digunakan untuk menggantikan jaringan LAN dengan kabel yang
disebut Virtual Private Network (VPN).
Salah satu layanan internet fixed
wireless adalah wifi. Wifi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yaitu
sekumpulan standar yang digunakan untuk jaringan lokal nirkabel (Wireless Local
Area Network – WLAN) yang didasari pada spesifikasi tertentu yang disebut IEEE
802.11. Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan
jaringan komputer LAN, namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses
internet. Hal ini memungkinkan komputer/laptop yang mempunyai kartu nirkabel
(wireless card) dan Personal Digital Assistant (PDA) untuk terhubung dengan
internet melalui titik akses yang disebut hotspot. Mungkin kamu pernah pergi ke
mall, café, hotel, atau bandara yang menyediakan fasilitas hotspot. Di tempat
inilah kamu dapat melakukan koneksi internet secara wireless.
Salah satu kelebihan dari wifi adalah kepraktisan, tidak perlu repot menghubungkan komputer/laptop secara fisik ke jaringan internet melalui kabel. Kecepatan akses tergantung sinyal yang diperoleh, artinya semakin dekat dengan hotspot, sinyal semakin baik, sehingga kecepatan yang diperoleh semakin tinggi sampai batas tertentu. Meskipun wifi hanya dapat diakses ditempat yang bertandakan “Wifi Hotspot”, jumlah tempattempat umum yang menawarkan “Wifi Hotspot” terus meningkat secara drastis. Dengan fasilitas “Wifi Hotspot”, berarti pelanggan mereka dapat mengakses internet yang artinya memberikan nilai tambah bagi para pelanggan.
Salah satu kelebihan dari wifi adalah kepraktisan, tidak perlu repot menghubungkan komputer/laptop secara fisik ke jaringan internet melalui kabel. Kecepatan akses tergantung sinyal yang diperoleh, artinya semakin dekat dengan hotspot, sinyal semakin baik, sehingga kecepatan yang diperoleh semakin tinggi sampai batas tertentu. Meskipun wifi hanya dapat diakses ditempat yang bertandakan “Wifi Hotspot”, jumlah tempattempat umum yang menawarkan “Wifi Hotspot” terus meningkat secara drastis. Dengan fasilitas “Wifi Hotspot”, berarti pelanggan mereka dapat mengakses internet yang artinya memberikan nilai tambah bagi para pelanggan.
4.
Koneksi melalui Telepon Genggam
Koneksi internet melalui telepon
genggam merupakan bentuk lain teknologi wireless yang diperuntukkan bagi
peralatan bergerak (mobile wireless). Ada beberapa jenis teknologi layanan
internet melalui telepon genggam, masing-masing mempunyai kecepatan akses yang
berbeda-beda. Untuk meningkatkan kecepatan transfer data melalui telepon
genggam, para ahli mengembangkan teknologi generasi kedua (2G) yaitu GPRS
(General Packet Radio Service) sebagai salah satu standar komunikasi wireless.
Dibandingkan dengan protokol WAP, GPRS memiliki kelebihan dalam kecepatannya
yaitu mencapai 115 kbps. GPRS mendukung format data yang lebih luas, termasuk
aplikasi grafis dan multimedia. Layanan ini dapat diakses melalui telepon
genggam yang mendukung fasilitas GPRS. Teknologi lanjutan dari GPRS untuk
memperoleh kecepatan transfer data yang lebih tinggi disebut EDGE (Enhanced
Data Rates for GSM Environment). EDGE sering disebut teknologi komunikasi
bergerak generasi 2,5 (2,5 G) yang memiliki kecepatan transfer 384 kbps.
Tuntutan pengguna telepon genggam untuk bisa bertelepon sambil bertatap muka (video calling) atau mengirim foto dan video dengan cepat, diperlukan kemampuan transfer data yang lebih cepat lagi. Maka dikembangkan teknologi wireless mobile generasi ketiga (3G), yaitu W-CDMA (Wideband Code Division Multiple Access) atau juga disebut UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service). Layanan 3G ini dapat mencapai kecepatan transfer data hingga 2 Mbps. Saat ini telah tersedia teknologi transfer data yang lebih cepat, yaitu HSDPA (High Speed Downlink Pocket Addressing atau sering disebut 3,5G). Telepon genggam yang mempunyai teknologi HSDPA dapat mengakses internet hingga kecepatan 3,6 Mbps. Bahkan tengah dikembangkan teknologi komunikasi bergerak generasi keempat atau 4G dan 4,5 G yang mampu melakukan transfer data lebih cepat lagi. Sayangnya, teknologi 3G belum tersedia secara merata di seluruh wilayah tanah air kita. Infrastruktur 3G masih mahal, oleh karena itu layanan ini baru tersedia di beberapa kota di Pulau Jawa. Belum lagi harga telepon genggam yang mendukung 3G masih cukup mahal.
Tuntutan pengguna telepon genggam untuk bisa bertelepon sambil bertatap muka (video calling) atau mengirim foto dan video dengan cepat, diperlukan kemampuan transfer data yang lebih cepat lagi. Maka dikembangkan teknologi wireless mobile generasi ketiga (3G), yaitu W-CDMA (Wideband Code Division Multiple Access) atau juga disebut UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service). Layanan 3G ini dapat mencapai kecepatan transfer data hingga 2 Mbps. Saat ini telah tersedia teknologi transfer data yang lebih cepat, yaitu HSDPA (High Speed Downlink Pocket Addressing atau sering disebut 3,5G). Telepon genggam yang mempunyai teknologi HSDPA dapat mengakses internet hingga kecepatan 3,6 Mbps. Bahkan tengah dikembangkan teknologi komunikasi bergerak generasi keempat atau 4G dan 4,5 G yang mampu melakukan transfer data lebih cepat lagi. Sayangnya, teknologi 3G belum tersedia secara merata di seluruh wilayah tanah air kita. Infrastruktur 3G masih mahal, oleh karena itu layanan ini baru tersedia di beberapa kota di Pulau Jawa. Belum lagi harga telepon genggam yang mendukung 3G masih cukup mahal.
5.
Koneksi melalui Jaringan Lokal (LAN)
Di bab 2 kamu sudah
mempelajari manfaat jaringan komputer. Salah satunya adalah untuk berbagi
koneksi internet. Artinya dengan menghubungkan komputer ke jaringan lokal (LAN)
yang telah terkoneksi ke internet, maka kamu dapat mengakses internet melalui
komputer tersebut. Mudah ya. Konsep inilah yang banyak dipakai di warnet
(warung internet) dan kantor-kantor. Satu sambungan internet dipakai
bersama-sama oleh beberapa komputer. Itulah sebabnya, biaya akses internet dari
warnet lebih murah dibandingkan kamu mengakses internet dial up melalui telepon
rumah. Sayangnya, bila jumlah komputer dalam jaringan LAN cukup banyak dan
semua digunakan untuk mengakses internet, akses internet menjadi lambatPerangkat yang di butuhkan
1. Modem berasal dari
singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah
sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan,
sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang
berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga
informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan
kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat
komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut “modem”,
seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem
lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi
pada komputer.
Data dari komputer yang berbentuk
sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog.
Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi
seperti telepon dan radio.
Setibanya di modem tujuan, sinyal
analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada
komputer. Terdapat dua jenis modem secara fisiknya, yaitu modem eksternal dan
modem internal.
Modem terbagi atas:
1. Modem analog yaitu modem yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital
2. Modem ADSL
3. Modem kabel yaitu modem yang menerima data langsung dari penyedia layanan lewat TV Kabel
4. Modem CDMA
5. Modem 3GP
6. Modem GSM
1. Modem analog yaitu modem yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital
2. Modem ADSL
3. Modem kabel yaitu modem yang menerima data langsung dari penyedia layanan lewat TV Kabel
4. Modem CDMA
5. Modem 3GP
6. Modem GSM
2. Router : adalah sebuah alat
jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau
Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing.
Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol)
dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Router berfungsi sebagai penghubung
antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke
jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung
beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Secara umum, router dibagi menjadi
dua buah jenis, yakni:
* static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.
*dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.
* static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.
*dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.
3. Kartu Jaringan (Inggris: network
interface card disingkat NIC atau juga network card) :
adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke
sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis,
yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang
bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya; sementara NIC
yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga
sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut
sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh
pengguna.
4. Webcam (singkatan
dari web camera) : adalah sebutan bagi kamera real-time(bermakna
keadaan pada saat ini juga) yang gambarnya bisa diakses atau dilihat melalui
World Wide Web, programinstant messaging, atau aplikasi video call.
Istilah “webcam” juga merujuk kepada jenis kamera yang digunakan untuk
keperluan ini. Ada berbagai macam merek webcam, diantaranya LogiTech,
SunFlowwer, dan sebagainya. Webcam biasanya berresolusi sebesar 352×288 /
640×480 piksel. Namun ada yang kualitasnya hingga 1 Megapiksel. Sekarang hampir
semua kamera digital dan HP bisa dijadikan sebagai kamera web (webcam).
5. Bridge Jaringan : adalah
sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas
jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringan beroperasi
di dalam lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapat digunakan
untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara
media kabel Unshielded Twister-Pair(UTP) dengan kabel serat optik atau dua
buah arsitektur jaringan yang berbeda, seperti halnya antara Token
Ring dan Ethernet. Bridge akan membuat sinyal yang ditransmisikan oleh
pengirim tapi tidak melakukan konversi terhadap protokol, sehingga agar dua
segmen jaringan yang dikoneksikan ke bridge tersebut harus terdapat
protokol jaringan yang sama (seperti halnya TCP/IP). Bridge jaringan juga
kadang-kadang mendukung protokol Simple Network Management
Protocol (SNMP), dan beberapa di antaranya memiliki fitur diagnosis
lainnya. Terdapat tiga jenis bridge jaringan yang umum dijumpai:
Bridge Lokal: sebuah bridge yang
dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LANuntuk membuat sebuah Wide Area Network.
Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.
Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LANuntuk membuat sebuah Wide Area Network.
Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.